Jumat, 27 Juli 2012

Pengertian Porting

Pada kesempatan kali ini saya akan Share info yang menarik bagi anda tentang pengertian Porting, Bagi kalian khususya yang doyan meng utak-atik sepeda motor agar menjadi kencang bahkan bisa mengalahkan kecepatan kereta api pasti udah gak asing lagi mendengar istilah Porting.

Porting hanyalah sebagian kecil dari langkah agar membuat Mesin motor menjadi lebih kencang, Ada banyak langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kecepatan motor antara lain : Porting polish, Bore up, Stroke Up, meSetting Gear Ratio, dll. Diantara banyaknya langkah di atas untuk meningkatkan kecepatan motor " Porting " lah langkah yang menghabiskan biaya murah tetapi menghasilkan Efek yang lumayan besar untuk meningkatkan Kecepatan motor.

Untuk melakukan porting pada motor standart cukup di butuhkan Bor tune untuk memperbesar lubang IN maupun EX sedangkan untuk Motor yang kelasnya Kompetisi kedua lubang In dan Ex tidak hanya Ukuranya saja yang di disain ulang tetapi juga Posisi lubang In dan Ex, biasanya mekanik membawa Cylinder Head standart ke tukang bubut untuk Menutup/Menambal lubang In dan Ex bawaan Motor standart Untuk di ubah posisi kedua lubang tadi sesuai Dengan keinginan sang Mekanik motor.

Apalagi sekarang Tekhnologi udah berbicara banyak di ajang Balap motor, Mekanik tidak lagi susah-susah lagi menSetting motor untuk menemukan Power yang maksimal dari motor. Cukup dengan alat yang bernama "Flowbench" mekanika akan tahu Posisi dan Ukuran Porting yang ideal bagi motor Korekannya, karena Flowbench dapat mengukur berapa banyak Gas bakar dan Kecepatan campuran antara Bahan bakar dan udara di Ruang bakar. Jadi dengan adanya Flowbench tenaga motor akan dapat mudah di cari hingga kemampuan motor 101% hehehe.

Sedangkan pengertian dari Porting adalah Pembentukan ulang pada lubang intake dan exhaust agar Volume udara dan bahan bakar yang masuk ke Ruang bakar bertambah banyak dan dapat berjalan lancar untuk menghasilkan tenaga motor yang maksimal.
Porting sendiri terdapat 2 bagian pada motor :

  1. Intake Porting 
Yaitu langkah untuk membentuk ulang lubang Inlet agar bahan bakar yang masuk ke Ruang Bakar dapat bertambah banyak dan bebas hambatan. Otomatis apabila proses pembakaran di dalam ruang bakar Banyak memiliki gas bakar maka tenaga yang akan di hasilkan motor juga akan besar.
  • gambar Intake jupiter z.

 

  2.   Exhaust Porting.

Yaitu langkah untuk membentuk ulang lubang pengeluaran/ exhaust pada motor agar hasil sisa Gas bakar yang di hasilkan di ruang bakar dapat keluar dengan lancar dan tidak menimbulkan turbulensi di ruang pembakaran yang mengakibatkan tenaga motor menjadi berkurang. biasanya Porting exhaust berbentuk D-shaped agar gerak tidak mudah mengendap di lubang exhaust.
  • gambar Exhaust jupiter z.


Sedangkan rumus untuk menentukan rancangan porting sebagi berikut :
                          Stroke x RPM peak               Piston Diameter
Gas Speed =   ---------------------------- x (   -------------------------   ) ^ 2
                                30,000                                Port Diameter
Misal kita mau menganalisa mesin Jupiter z , dengan puncak tenaga 8,8 HP di puncak 8,000 RPM. Kita ketahui Stroke standard Jupiter z adalah 54 milimeter, diameter piston 51 milimeter, diameter inlet porting adalah 22 milimeter. Maka dapat kita determinasi untuk gas speed nya,
Piston diameter/Port diameter = 51/22 = 2.318, hasilnya dikuadratkan menjadi = 5.37
(Stroke x RPM ) / 30000 = (54 x 8000 ) / 30000 = 14.4
Maka gas speed = 14.4 x 5.37 = 77.328 ( anggaplah untuk menghasilkan tenaga biasanya air flow di kisaran 80 meter per detik ) , maka jika kita ingin modifikasi piston dengan diameter 55 milimeter, namun puncak tenaga berada di 9,000 RPM , maka didapat porting :

80=  ( 54 x 9000 ) / 30000 x ( 54 / p ) ^ 2
80 = 16.2 x ( 54/p ) ^ 2
80 / 16.2 = (54 / p ) ^ 2
4.93 = ( 54/p ) ^2
54/p = 2.22
P = 54/2.22 = 24 milimeter
24 milimeter adalah lebar porting di samping kiri-kanan bushing klep , pada gambar adalah seksi ke 2 dan ke 3 dimana airflow mulai menurun, untuk seksi pertama perubahan modifikasi cukup mencocokkan dengan intake manifold. Untuk porting exhaust , 100 %  dari diameter klep exhaust pada sisi kiri-kanan bushing klep, untuk keluaran biasanya batasan maksimum 0.5 milimeter dari gasket knalpot, dan lubang exhaust sebisa mungkin tidak menabrak pipa knalpot. Mengapa dibikin relative besar, karena porting exhaust juga mengatur nafas motor, selain mengurangi tendangan balik porting exhaust adalah sebagai pengatur keluaran tenaga.
   Sekian Informasi saya tentang pengertian Porting pada motor semoga ber manfaat.






































Porting Pada Outlet Port(Lubang Keluar) Cylinder
Exhaust port kita bentuk D-Shaped + Full high polished biar kerak gak gampang ngendap dan flow keluar jadi lebih lancar Pada sisi exhaust diperlukan penggeseran porting mengikuti kontur terdorongnya gas buang dari silinder menuju leher knalpot. Usahakan pertemuan antara lubang porting dengan lubang knalpot match, dan arah pembuangannya selaras. D-Shaped exhaust port dipercaya Graham Bell sebagai evolusi kontur porting yang paling efisien. Bisa dilihat pada porting motor BAJAJ PULSAR. Polished diperlukan pada sisi ini agar kerak arang atau sisa karbon pembakaran tidak lekas menempel di area porting dan mengganggu flow.









 menghaluskan lubang Inlet agar bahan bakar yang bergerak masuk ke Ruang Bakar dapat berjalan















tetapi tergantung mekaniknya Jago apa asal-asalan ngeBor





, yang khusus nya pecinta Balap kuda besi alias Motor balap.Kalian pasti tahu istilah Porting


3 komentar:

Informasi Lowongan Kerja Terbaru mengatakan...

Jadi sedikit paham nih tmbah pngetahuan

Tukar Link Yuk Gan...

utmindonesia17.blogspot.co.id mengatakan...

artikelnya sangat bermanfaat, terimakasih banyak atas pemaparannya

flowbench

beni rahmat mengatakan...

gan,mau tanya nih.
knpa motor fit x saya susah hidup setelah di porting lobang in ex nya.
di tunggu jawaban nya gan.
terima kasih.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More